Gempa Dan Tsunami Palu, 8 Polisi Jadi Korban Meninggal

Gempa dan Tsunami Palu, 8 Polisi Kaprikornus Korban MeninggalGempa dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Sulawesi Tengah memutus listrik di kota tersebut/Foto: Pradita Utama

Jakarta

Delapan anggota Polisi Republik Indonesia menjadi korban meninggal dunia akhir tragedi gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Kepolisian masih mencari anggotanya yang hilang.

“Anggota Polisi Republik Indonesia yang jadi korban delapan orang. Namun, masih dicari lagi,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polisi Republik Indonesia Brigjen Dedi Prasetyo ketika dihubungi, Sabtu (29/9/2018).

Dedi mengatakan, Polisi Republik Indonesia menggerakkan 300 anggotanya untuk proses penyelamatan di titik-titik terdampak bencana. Dedi menuturkan proses penyelamatan akan tetap dicoba melalui jalur darat meski kondisinya terputus.

“Ada tiga ratus personel sudah di lapangan. Lalu ada pasukan Polisi Republik Indonesia satu SSK (satuan setingkat kompi) dari Palu, satu SSK dari Gorontalo, satu SSK dari Sulawesi Barat, menuju lokasi,” terang Dedi.

“Kemungkinan ketiga SSK akan datang besok (30/9) pagi, hingga memakai jalur darat besok pagi. Akan dicoba dilalui walau jalur darat terputus,” sambung Dedi.

Dedi menambahkan ketika ini proses penyelamatan maaih terkendala alasannya ialah peralatan yang dipakai ketika ini terbatas jumlahnya.

“Kondisi (proses) penyelamatan di sekitar pantai yang terlihat. Kalau yang belum berhasil penyelamatan reruntuhan bangunan. Peralatan sangat terbatas,” ujar Dedi.

Data jumlah korban meninggal akhir gempa dan tsunami di Palu bertambah. Data terbaru menyebutkan jumlah korban tewas 405 orang.

“Jumlah korban meninggal yang terdata di sejumlah rumah sakit: 405 orang. Korban luka mencapai 150 orang,” kata Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/9).

Data ini dipaparkan dalam rapat koordinasi yang dilakukan di tenda gubernuran Sulteng bersama Sulteng, Mendagri, dan BPBD Sulteng. Sejumlah pejabat melaksanakan tinjauan ke Palu di antaranya Menhub, Panglima TNI, Menkominfo, Menteri Sosial, Wakapolri.

Sedangkan dari data BNPB per pukul 13.00 WIB, tercatat 384 orang meninggal, 540 orang luka-luka, dan 29 orang dinyatakan hilang di Kelurahan Pantoloan Induk, Palu.

BNPB juga mencatat bangunan yang ambruk di Palu, ibarat Mal Tatura, Hotel Roa Roa berlantai 8 di Jalan Pattimura, dan RS Anutapura. Sedangkan Jembatan Kuning Ponulele juga ambrol diguncang gempa.