Ditolak Ml, Mahasiswa Di Malang Aniaya Terapis Pijat

Ditolak ML, Mahasiswa di Malang Aniaya Terapis Pijat Mahasiswa penganiaya terapis pijat di Malang berhasil diamankan. (Foto: Istimewa)

Malang – Seorang mahasiswa ditangkap polisi alasannya ialah menganiaya terapis pijat. Gara-garanya terapis tersebut menolak diajak making love (ML) oleh si mahasiswa.

Penganiayaan terjadi pada Minggu (23/9/2018) siang. Korbannya berjulukan Umi Kalsum (34), warga yang mengontrak rumah di Jalan Terusan Danau Kerinci, Mangliawan, Pakis, Kabupaten Malang.

Awalnya pelaku yang diketahui berjulukan Aris Asari (22) itu memesan jasa korban. Pelaku memang sudah pernah bertemu dengan korban sebelumnya, sehingga ketika pelaku tiba untuk kedua kalinya, korban tak menaruh curiga.

Korban lalu mengajak pelaku ke kamar belakang, di mana korban menjalankan jasa pijatnya.


“Keduanya sempat mengobrol. Pelaku lalu memberikan niatnya untuk mengajak korban bekerjasama badan. Niat itu pribadi ditolak, yang diduga mengakibatkan pelaku emosi dan memukuli korban,” jelas Kasubag Humas Polres Malang Ipda Eka Yuliandri Aska kepada detikcom, Sabtu (30/9/2018).

Bogem mentah berulang kali dilayangkan pelaku ke wajah korban sampai mengakibatkan luka dan berdarah. Leher korban juga dijerat memakai kabel charge telpon seluler. Wajahnya pun dibekap dengan bantal.

“Setelah menganiaya, pelaku kabur memakai sepeda motor. Selama dianiaya korban sempat berteriak minta tolong, sehabis pelaku kabur, korban menghubungi saudaranya,” beber Aska.

Karena luka yang dialami cukup parah, korban dilarikan ke rumah sakit. Saat itulah korban melaporkan insiden ini ke polisi.


“Identifikasi lalu digelar. Dari keterangan korban, pelaku lima hari sebelumnya tiba meminta dipijat dan mengajak korban bekerjasama badan, tapi ditolak dan lalu tiba lagi menganiaya korban,” ujar Aska.

Polisi yang berhasil mengungkap identitas pelaku lalu pribadi menggerebek daerah tinggalnya. Warga Genengan, Pakisaji, Kabupaten Malang tersebut ditangkap tim adonan Satreskrim Polres Malang dan Polsek Pakis pada hari Kamis (27/9/2018).

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 kitab undang-undang hukum pidana perihal penganiayaan dengan bahaya eksekusi penjara di atas 5 tahun penjara.