Abg Karawang Diduga Diperkosa, Keluarga Kecewa Pelaku Dibebaskan

ABG Karawang Diduga Diperkosa, Keluarga Kecewa Pelaku DibebaskanGadis Karawang diperkosan di TPS (Foto: Luthfy Syahban)

Karawang -Nasib malang menimpa YN (15), gadis cukup umur asal Rengasdengklok ini dicekoki miras dan ditemukan tak berbusana dalam keadaan teler di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Cikelor. Dua orang laki-laki diduga berpengaruh memerkosa korban.

Namun kedua terduga pelaku yang sudah sempat ditahan polisi malah dibebaskan.

“Dua laki-laki itu malah dibebaskan petugas Polsek Rengasdengklok. Seorang oknum Ormas utusan keluarga pelaku menebus mereka usai kejadian,” kata Enin Saputra, kakek korban yang juga mantan Kepala Desa Rengasdengklok Utara ketika ditemui detik di kediamannya, Sabtu (29/9/2018).

Enin menuturkan keluarganya tidak berniat tenang dengan kedua pelaku. Alhasil ia melapor ke Mapolres Karawang pada Kamis (27/9/2018).

“Keluarga kami diajak berdamai oleh keluarga pelaku. Mereka menyerahkan uang empat juta untuk kompensasi. Tapi kami tidak mau damai. Kami tetap lapor polisi,” tegas Enin.


Menanggapi hal ini, Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya memastikan penyelidikan kasus tersebut tidak berhenti. Ia menyatakan masih mendalami keterangan korban dan menunggu hasil visum korban.

“Keterangan korban masih didalami. kita akan panggil kembali korban dan memanggil saksi untik diperiksa. Kalau benar ada tindak pidananya kita proses tersangkanya,” ungkap Slamet.

“Jadi tidak benar kalau terduga pelaku dibawa ke Polsek Rengasdengklok dan petugas membebaskan kedua pelaku” Slamet menambahkan.

Menurut Slamet, petugas Polsek Rengasdengklok meyakini bila kedua keluarga setuju berdamai dan tidak membawa kasus ini ke jalur hukum.

“Saat itu petugas tiba ke Rumah Sakit Proklamasi untuk mengecek korban. Di sana ada keluarga korban dan keluarga terduga pelaku. Saat itu kedua pihak setuju tidak menciptakan laporan. Alhasil petugas Polsek menunggu. Kalau keluarga buat laporan sih mereka siap. Ternyata mereka menciptakan laporan di Polres,” tutur Slamet.