Mahasiswa Pekanbaru Ancam Boikot Ffi

Mahasiswa Pekanbaru Ancam Boikot FFI

Pekanbaru – Untuk kesekian kalinya, mahasiswa turun ke jalan menolak pelaksanaan FFI di Pekanbaru yang menghabiskan dana Rp7,2 miliar itu. Kali ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Pekanbaru menggelar agresi demo ke Kantor Gubernur Riau, Selasa (11\/12\/2007) di Jl Sudirman, Pekanbaru.

Dalam orasinya di depan pintu pagar sebelah utara kantor Gubernur Riau itu, mereka menyebut, agenda FFI hanya menghamburkan dana rakyat. Para mahasiswa yang jumlahnya sekitar 40-an tersebut ingin memaksa masuk ke halaman kantor gubernur. Namun niat mereka dihalangi petugas Satpol PP dan pintu pagar kantor Gubernur Riau yang terbuat dari besi setinggi 2 meter juga ditutup rapat.

Walau tidak diizikan masuk ke halaman kantor, para pendemo tidak surut untuk terus berteriak menolak FFI. Mereka silih berganti memberikan kekesalannya pada Gubernur Riau Rusli Zainal yang meloloskan agenda FFI .

Para mahasiswa menyebut, pelaksanaan FFI di Riau sama sekali tidak ada manfaatnya, terutama bagi sopan santun resmi Melayu. Mahasiwa menuding semua yang ada di FFI bersifat hedonis dan tidak mendidik.

“Daripada FFI, kenapa tidak sekalian aja buat agenda seks bebas. Enak-anak saja Deddy Mizwar itu bawa rombongan artis ke Pekanbaru, lantas rakyat Riau yang menanggung dananya,” teriak mahasiswa.

Ironisnya, di ketika para selebriti pesta di FFI dengan dana APBD Riau, Pemprov Riau juga mendengungkan agenda pemberantasan kemiskinan dan kebodohan serta infrastruktur (K2i). Dalam data statistik di Pemprov Riau, hingga ketika ini jumlah angka orang miskin terus meningkat. Dari jumlah penduduk Riau 4,7 juta jiwa, 23,4 persen penduduk, miskin.

“Lantas apa hubungannya agenda FFI dengan agenda Gubernur Riau Rusli Zainal yang mengkedepankan K2i itu. Rakyat Riau tidak akan sanggup manfaat dari pelaksanaan ini. Yang ada kita sebagai tuan rumah, hanya menanggung kerugian besar dari agenda itu,” tulis Koordinator Lapangan BEM UIN, Fahktira Qadri dalam surat pernyataannya.

Bila FFI tetap saja dilaksanakan, para mahasiswa berjanji akan menurunkan massa lebih banyak lagi. Apalagi sejumlah kampus lainnya ibarat UNRI dan Universitas Islam Riau juga sudah melaksanakan penolakan yang sama.

“Jika tuntutan ini tidak direalisasikan, maka kami akan menurunkan massa dari seluruh kampus yang ada. Dan kami akan memboikot agenda FFI,” tegas Qadri.